perawatan cairan hidrolik
perawatan cairan hidrolik

Begini Perawatan Cairan Hidrolik yang Benar & Aman

Agar cairan hidrolik lebih terjaga kualitasnya, maka diperlukan perawatan cairan hidrolik dengan cara benar & aman. Berikut ulasannya.

Umumnya, cairan hidrolik memiliki fungsi sebagai media transfer daya agar mesin dapat bekerja. Tidka seperti oli pada kendaraan, cairan hidrolik pada mesin hydraulic system memang terbilang cukup mahal sehingga memang dibutuhkan perawatan secara tepat untuk mengurangi kerusakan cairan sebelum digunakan.

Lalu, apa fungsi dari cairan hidrolik ini?

Fungsi Cairan Hidrolik

Nah berikut ini beberapa fungsi dari cairan hidrolik adalah:

  • Sebagai medium penerus daya, dan mudah mengalir
  • Mampu melumasi semua komponen yang bergerak
  • Perapat antara bagian yang menerima tekanan
  • Mendinginkan komponen-komponen karena sirkulasinya yang saling bergesekan
  • Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah
  • Pencegah korosi
  • Penghanyut bram atau chip yaitu partikel – partikel kecil yang mengelupas dari komponen
  • Sebagai pengirim isyarat

Perawatan Cairan Hidrolik

Ingat !

Perlakuan yang kurang atau bahkan tidak baik terhadap cairan hidrolik akan semakin menambah mahalnya harga sistem hidrolik. Sedangkan apabila kita mentaati aturan-aturan tentang pemeliharaan cairan hidrolik maka kerusakan cairan maupun kerusakan komponen sistem akan terhindar dan cairan hidrolik maupun sistem akan lebih awet.

Berikut ini panduan pemeliharaan cairan hidrolik :

1. Simpanlah cairan hidrolik (drum) pada tempat yang kering , dingin dan terlindung (dari hujan, panas dan angin).

2. Pastikan menggunakan cairan hidrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hidrolik ke dalam sistem. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukkannya.

3. Pompakanlah cairan hidrolik dari drum ke tangki hidrolik melalui saringan (pre-filter).

4. Pantau (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hidrolik.

5. Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat yang digunakan untuk pengisian cairan hidrolik.

6. Buatlah interval penggantian cairan hidrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. ( Periksa dengan pemasok cairan hidrolik )

7. Cegah jangan sampai terjadi kontaminasi, gunakan filter udara dan filter oli yang baik. 

8. Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan, bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjad, periksalah penyebab terjadinya gangguan, atau pasang un-loading pump atau excessive resistance.

9. Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenance man yang terlatih. 

10. Jika cairan hidrolik akan diganti dengan macam yang lainnya, maka cairan semula harus dikuras dan dibilas, periksa apakah seal oil cocok untuk cairan yang baru. Demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih.

Kesimpulan

Dapat dikatakan bahwa cairan hdirolik merupakan salah satu komponen penting pada mesin hidrolik. Oleh sebab itu, pemantauan atau monitoring cairan hidrolik perlu memperhatikan panduan tersebut di atas disamping harus memperhatikan lingkungan kerja maupun lingkungan penyimpanan cairan hidrolik demi keamanan dan keselamatan lingkungan kerja.

Demikian ulasan seputar perawatan cairan hidrolik yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat..

Jangan Lupa Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *