Mengenal 14 Komponen Pompa Hidrolik Sistem Terlengkap

Apa saja komponen pompa hidrolik beserta fungsinya? Diklaim merupakan komponen sistem yang sangat penting, pompa hidrolik berfungsi sebagai media yang mengubah energi mekanik jadi energi hidrolik. Alat tersebut sering dijumpai untuk mengangkat barang-barang berat. Dengan memanfaatkan sebuah energi, yang mana mengubah energi mekanik menjadi sebuah energi hidrolik.

Dibalik cara kerjanya yang cukup rumit, nyatanya terdapat berbagai komponen yang bekerjasama dalam sistem mekanis kerja mesin untuk menghasilkan tenaga terbaik. Nah, output yang dihasilkan inilah sangat bergantung pada perawatan serta suku cadang yang diberikan oleh pengguna.

Komponen Utama Pompa Hidrolik

Pada dasarnya, pompa hidrolik terdiri dari berbagai komponen mekanis penting agar berjalan lebih optimal. Berikut penjelasan selengkapnya dibawah ini;

1. Tangki Hidrolik

Tangki hidrolik merupakan sebuah wadah penampung yang menyimpan cairan hidrolis. Sebelum dialirkan, cairan akan tersimpan pada wadah tersebut. Tangki hidrolik juga memiliki peranan sebagai pendingin cairan yang disimpannya.

2. Katup Kontrol

Merupakan control valve yang berfungsi sebagai pengarah aliran fluida agar dapat dialirkan ke berbagai komponen yang membutuhkan cairan tersebut.

3. Katup Tekanan

Merupakan relief valve yang berfungsi sebagai pengontrol tekanan yang masuk pada sistem hidrolik. Dengan demikian, maka tekanan dapat diatur dengan mudah sehingga dapat mencegah kerusakan pada sistem.

4. Filter dan Aktuator

Filter merupakan penyaringan pada fluida. Bertujuan untuk menyaring kontaminan partikel kotoran agar tidak menghambat produksi tenaga hidrolik pada pompa. Dengan kata lain, filter merupakan alat kebersihan pada hidrolik.

Aktuaktor berguna sebagai pengontrol sistem hidrolik dalam mengubah energi hidrolik menjadi energi mekanis.

Komponen Khusus Pompa Hidrolik

Selain komponen umum, pompa hidrolik juga terdiri dari berbagai komponen khusus yang dimana pengertiaan serta fungsinya sudah mengarah pada lingkup teknis. Berikut selengkapnya;

1. Stuffing
Stuffing berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros pompa menembus casing.
2. Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompamelalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
3. Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya.
4. Shaft sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan padastuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal bearing dan interstage atau distance sleever.
5. Vane
Sudut dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.
6. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemenyang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet nozel sertatempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkon0ersikan energi kecepatancairan menjadi energi dinamis (single stage).
7. Eye of impeller
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.
8. Impeller
Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energikecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi isapsecara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairanyang masuk sebelumnya.
9. Wearing Ring
Wearing Ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antaracasing dengan impeller.
10. Bearing
Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban radial. Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya,sehingga kerugian gesek menjadi kecil
Nah itulah ulasan seputar mengetahui komponen pompa hidrolik lengkap. Semoga dapat menjadi acuan Anda !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *